Pengaruh Public Figure Bagi
Remaja Islam
Remaja Islam
Seperti yang diketahui sekarang ini banyak sekali orang-orang terutama remaja yang memuja-muja seorang public figure, baik dari kalangan artis, pahlawan, tokoh masyarakat dan lain-lain. Namun sebagian besar remaja lebih mengidolakan artis dan publik figur seperti Agnes Monica, Ahmad Dhani, Bondan Prakoso, dan yang lagi gencar-gencarnya saat ini adalah Irfan Bachdim. Seorang pemain naturalisasi timnas Indonesia. Hanya sedikit remaja yang mengidolakan tokoh-tokoh seperti Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar As Shidiq dan tokoh-tokoh agama lain.
Dari berbagai tokoh idolanya tersebut remaja mempunyai kecenderungan untuk memuja dan meniru idola tersebut. Untuk itu perlu meneliti apa sebenarnya idola itu, mengapa mereka mengidolakan mereka dan apa pengaruh idola terhadap kepribadian remaja.
Rumusan Masalah
1. Apa pengertian idola itu?
2. Mengapa remaja memilih idola tersebut ?
3. Apa pengaruh idola terhadap kepribadian remaja?
Pengertian Idola
Dalam bahasa Inggris terdapat
istilah idolatry dan idolize yang masih berkaitan dengan idol
(idola). Kedua istilah ini berarti pemberhalaan, penyembahan, atau pemujaan.
Bisa disimpulkan bahwa sosok idola memang dekat hubungannya dengan pemujaan.
Tokoh idola merupakan orang-orang yang dipersepsi oleh remaja sebagai figur yang memiliki posisi di masyarakat.1 Idola harus mampu mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Maxwell (2001) menyimpulkan kepemimpinan adalah sebagai suatu pengaruh. Dalam hali ini idola merupakan suatu kepemimpinan, dimana seorang pemimpin harus mempunyai pengaruh bagi orang lain.
Seorang guru yang memiliki wewenang atau kedudukan untuk mempengaruhi siswa di sekolah belum tentu menjadi seorang idola bagi siswanya. Orang tua yang memberikan kepedulian terhadap anaknya yang remaja setiap hari dengan cara memberi makan, menyekolahkan, membelikan baju bahkan sampai menghantarkan anaknya menjadi seorang juara, juga belum tentu menjadi seorang idola bagi anaknya Maka dapat disimpulkan bahwa sebenarnya seseorang yang berhasil mempengaruhi orang lain dan mengikuti visinya oleh karena jiwa kepemimpinannya telah menjadi seorang idola bagi orang lain.
Tokoh idola merupakan orang-orang yang dipersepsi oleh remaja sebagai figur yang memiliki posisi di masyarakat.1 Idola harus mampu mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Maxwell (2001) menyimpulkan kepemimpinan adalah sebagai suatu pengaruh. Dalam hali ini idola merupakan suatu kepemimpinan, dimana seorang pemimpin harus mempunyai pengaruh bagi orang lain.
Seorang guru yang memiliki wewenang atau kedudukan untuk mempengaruhi siswa di sekolah belum tentu menjadi seorang idola bagi siswanya. Orang tua yang memberikan kepedulian terhadap anaknya yang remaja setiap hari dengan cara memberi makan, menyekolahkan, membelikan baju bahkan sampai menghantarkan anaknya menjadi seorang juara, juga belum tentu menjadi seorang idola bagi anaknya Maka dapat disimpulkan bahwa sebenarnya seseorang yang berhasil mempengaruhi orang lain dan mengikuti visinya oleh karena jiwa kepemimpinannya telah menjadi seorang idola bagi orang lain.
Alasan
Remaja Mengidolakan Idolanya
Dari penelitian yang dilakukan di desa Jatisrono, Wonogiri, remaja mengidolakan seorang idola mempunyai alasan mengapa ia sangat mengagumi figur tersebut. Adapun alasan yang muncul adalah sebagai berikut :
Dari penelitian yang dilakukan di desa Jatisrono, Wonogiri, remaja mengidolakan seorang idola mempunyai alasan mengapa ia sangat mengagumi figur tersebut. Adapun alasan yang muncul adalah sebagai berikut :
1.
Kebagusan fisik
Dari segi
fisik banyak remaja yang mengidolakan figur karena ketampanannya,
kecantikannya, bentuk tubuh. Biasanya idola semacam ini berasal dari kalangan
artis.
2.
Gaya hidup
Gaya hidup
itu seperti cara berpakaian, tatanan rambut dan kebiasaan-kebiasaan lain.
3.
Skill dan intelegensi
Para idola
yang memiliki skill tertentu dapat memukau para remaja sehingga
remaja-remaja tersebut mengaguminya. Begitu pula intelegensi atau kepandaian
seperti Habibie yang dijadikan idola oleh beberapa kalangan remaja.
4.
Perilaku
Remaja
mengidolakan figur karena perilakunya dalam bermasyarakat. Mereka menganggap
bahwa figur tersebut sangat cocok sebagai teladan baginya, walaupun dari segi
fisik kurang (kurang tampan atau cantik) dan gaya hidupnya yang sederhana.
Pengaruh
Idola Remaja
Masa remaja merupakan saat berkembangnya jati diri (identity) atau kepribadian. Kepribadian merupakan terjemahan dari bahasa Inggris “personality”. McDougal dan kawan-kawan berpendapat bahwa kepribadian adalah tingkatan sifat-sifat dimana biasanya sifat yang tinggi tingkatannya mempunyai pengaruh yang menentukan.2 Sedangkan Gardon W Allport menyebutkan bahwa pribadi sebagai organisme yang dinamis dalam sistem pisik-psikis yang menentukan keunikan seseorang menyesuaikan diri terhadap lingkungannya.3
Dari dua pengertian di atas dapat dilihat bahwa kepribadian mempunyai tiga titik penting yaitu pengaruh, unik dan dinamis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kepribadian dapat mempengaruhi-dipengaruhi, unik dan dinamis. Adapun faktor- faktor yang mempengaruhi jati diri atau kepribadian seseorang adalah dari faktor hereditas dan lingkungan termasuk idola.
Dari penelitian yang dilakukan, para remaja yang sedang mencari jati diri atau kepribadian mulai mencari sosok yang dianggap tepat sehingga ia mulai mengidolakan seorang figur yang mempunyai pengaruh dan keunikan tersendiri.
Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaruh tersebut dapat bersifat positif dan negatif. Sifat ini tergantung bagaimana remaja menempatkan dirinya dan idolanya pada porsi yang sesuai.
Beberapa pengaruh yang timbul bersifat positif antara lain sebagai berikut :
Masa remaja merupakan saat berkembangnya jati diri (identity) atau kepribadian. Kepribadian merupakan terjemahan dari bahasa Inggris “personality”. McDougal dan kawan-kawan berpendapat bahwa kepribadian adalah tingkatan sifat-sifat dimana biasanya sifat yang tinggi tingkatannya mempunyai pengaruh yang menentukan.2 Sedangkan Gardon W Allport menyebutkan bahwa pribadi sebagai organisme yang dinamis dalam sistem pisik-psikis yang menentukan keunikan seseorang menyesuaikan diri terhadap lingkungannya.3
Dari dua pengertian di atas dapat dilihat bahwa kepribadian mempunyai tiga titik penting yaitu pengaruh, unik dan dinamis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kepribadian dapat mempengaruhi-dipengaruhi, unik dan dinamis. Adapun faktor- faktor yang mempengaruhi jati diri atau kepribadian seseorang adalah dari faktor hereditas dan lingkungan termasuk idola.
Dari penelitian yang dilakukan, para remaja yang sedang mencari jati diri atau kepribadian mulai mencari sosok yang dianggap tepat sehingga ia mulai mengidolakan seorang figur yang mempunyai pengaruh dan keunikan tersendiri.
Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaruh tersebut dapat bersifat positif dan negatif. Sifat ini tergantung bagaimana remaja menempatkan dirinya dan idolanya pada porsi yang sesuai.
Beberapa pengaruh yang timbul bersifat positif antara lain sebagai berikut :
- Sebagai Motivator ---> Tokoh idola bisa menjadi motivator bagi remaja, terutama untuk mencapai suatu prestasi tertentu. Dengan begitu akan tumbuh pada pribadi remaja untuk berusaha mencapai prestasi yang sesuai dengan minat dan bakatnya, karena melihat idolanya mampu untuk melakukan hal tersebut. Contoh Agnes Monica yang ingin go internasional.
- Sebagai sumber inspirasi ---> Idola dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi oleh para remaja untuk memberdayakan potensi yang ada pada diri mereka. Contoh Ahmad Dhani sebagai musikus handal
- Kepemimpinan ---> Idola dapat dijadikan sebagai panutan untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dalam diri remaja, sehingga akan tumbuh visi dalam dirinya. Dalam hal ini menjadi seorang pemimpin yang ideal bagi orang lain. Contoh Ir. Soekarno seorang proklamator ulung.
Sedangkan pengaruh yang bersifat negatif antara lain :
- Meniru gaya idola yang salah ---> Remaja sering memaksakan diri untuk menjadi seperti idolanya, menguras materi bahkan bisa sampai frustasi jika tidak kesampaian. Pengidentifikasian diri dengan idola dapat berupa mengubah tatanan rambut, cara berpakaian dan gaya hidup yang glamour. Bahkan yang paling parah adalah jika meniru idola yang mengkonsumsi NAPZA dan minum minuman keras.
- Memuja-muja secara berlebihan ---> Seringkali karena kecintaannya pada idola, para remaja sampai memuja-mujanya bagai dewa yang turun dari langit. Tentu saja hal ini sangat tidak dibenarkan apalagi jika dari segi agama Islam.
- Seseorag akan menganggap Idola yang lain adalah salah dan Idolanyalah yang paling benar, yang mengakibatkan perpecahan dan pertengkaran antara remaja
- Fanatisme terhadap Idola yang berlebihan yang berakibat pada keyakinan yang berlebihan melebihi keyakinan tehadap Allah SWT.
Seperti yang
disebutkan bahwa idola mempunyai pengaruh yang kuat dalam membentuk kepribadian
remaja. Sehingga remaja perlu dibimbing dan diarahkan agar tidak melenceng dari
norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat.
Adapun
bimbingan yang sesuai adalah menjadi idola yang baik bagi remaja. Seorang idola menempati posisi yang strategis dalam
mempengaruhi para remaja untuk melakukan identifikasi terhadap idolanya. Agar
mempunyai pengaruh yang positif bagi remaja maka memerlukan suatu usaha
pendampingan yang inspirasional dan memiliki kekuatan emosional ketika berelasi
dengan remaja. Hubungan yang inspirasional dan memiliki kekuatan emosional
melibatkan tingkat kepemimpinan yang memberi kekuatan kepada remaja, yaitu
menolong mengembangkan potensi remaja itu sendiri. Ketika seseorang telah
berhasil menjadi seorang idola bagi remaja, maka itu merupakan kesempatan
terbaik untuk menancapkan pengaruh karakter yang benar.
Kesimpulan
Dari beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa idola merupakan sosok yang dipersepsi mempunyai posisi dalam suatu masyarakat yang mempunyai pengaruh terhadap orang lain. Seseorang disebut idola jika mampu mempengaruhi orang lain.
Beberapa remaja mengidolakan seorang figur karena berbagai faktor antara lain dari segi fisik (ganteng, cantik), dari segi gaya hidup (glamour, cara berpakaian dan lain-lain), dari segi skill dan intelegensi, dan dari perilaku idola tersebut.
Pengaruh idola bagi remaja dapat bersifat positif dan juga negatif. Pengaruh positif antara lain sebagai motivator mencapai suatu prestasi, sumber inspirasi dalam menggali potensi dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Sedangkan pengaruh negatif seperti meniru gaya-gaya yang tidak sesuai, pemujaan yang berlebihan.
Oleh karena pengaruh yang besar tersebut remaja perlu dibimbing agar dapat menjadi jatidiri yang baik. Dengan memanfaatkan pengaruh idola maka bimbingan terbaik adalah menjadi idola yang baik baik remaja.
Dari beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa idola merupakan sosok yang dipersepsi mempunyai posisi dalam suatu masyarakat yang mempunyai pengaruh terhadap orang lain. Seseorang disebut idola jika mampu mempengaruhi orang lain.
Beberapa remaja mengidolakan seorang figur karena berbagai faktor antara lain dari segi fisik (ganteng, cantik), dari segi gaya hidup (glamour, cara berpakaian dan lain-lain), dari segi skill dan intelegensi, dan dari perilaku idola tersebut.
Pengaruh idola bagi remaja dapat bersifat positif dan juga negatif. Pengaruh positif antara lain sebagai motivator mencapai suatu prestasi, sumber inspirasi dalam menggali potensi dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Sedangkan pengaruh negatif seperti meniru gaya-gaya yang tidak sesuai, pemujaan yang berlebihan.
Oleh karena pengaruh yang besar tersebut remaja perlu dibimbing agar dapat menjadi jatidiri yang baik. Dengan memanfaatkan pengaruh idola maka bimbingan terbaik adalah menjadi idola yang baik baik remaja.
Kembali.
Kita harus meng intropeksi diri kita sendiri dan
meningkatkan kualitas Iman kita. hindari negatifnya dan ambil
positif nya .
“Jazakumullah khairan katsiran. Wa jazakumullah ahsanal jaza"
sekian dari kami selaku admin MI Al Mustofa ^_^
jika ada kata dalam penulisan beserta artinya, kami mohon maaf
jangan lupa LIKE dan SARAN berupa komentar yaaa..??? ^_^
Wassalamualaikum...

0 Komentar:
Posting Komentar